Pada malam ketika hampa mendekap
dan nyaring jarum jam memerangkap,
hanya kau yang kehadirannya kuharap
sebab bersamamu aku merasa lengkap
Pada malam ketika hampa mendekap
dan nyaring jarum jam memerangkap,
hanya kau yang kehadirannya kuharap
sebab bersamamu aku merasa lengkap
Waktu
akan terus berjalan dan jalan hidup kita tidak akan lagi berkelindan. Ke mana
pun aku menuju, pertemuan denganmu tidak pernah terjadi dan aku terluntang-lantung.
Harus sejauh apa lagi aku pergi agar dapat bertemu denganmu? Kali ini saja, aku
akan mencoba berlari dan tidak hanya melihat sebidang punggung.
Tidak
ada lagi yang bisa dilakukan ketika semesta sudah tidak lagi memberi
kesempatan. Sekeras apa pun mencoba, sepertinya kehidupan ini tidak berpihak
kepada kita. Tidak ada tempat di mana kita bisa bahagia berdua. Tidak ada
tempat seperti itu di dunia ini. Tidak ada. Pada akhirnya, sebuah perpisahanlah
yang ada di depan mata.