Pada malam ketika hampa mendekap
dan nyaring jarum jam memerangkap,
hanya kau yang kehadirannya kuharap
sebab bersamamu aku merasa lengkap
Namun, apalah artinya kenangan
di hadapan duka kehilangan dan
rangkaian kegelapan tanpa jalan
keluar? Kita hancur berantakan.
Ingin memperbaiki semua, tetapi
sudah tidak ada cara untuk kembali.
Kau; alasan segala. Sungguh hati ingin
kautahu: hingga kini diriku masih di sini.
Tertatih-tatih aku menujumu
yang takingin menyusahkanku.
Betapa lugu, betapa tidak tahu
apa-apa kita dahulu, tetapi tulus.
Mungkin kita belum siap bersama
Mungkin belum saatnya bersuka
Akan tetapi, kita kerap berusaha
agar tetap merajut kisah bahagia
Bagaimana caranya berhenti
dan melupakan yang terjadi,
semua yang di dalam mimpi,
diperjuangkan setengah mati?
Seperti apakah hidup manakala
mesti melalui waktu demi waktu
tanpa kabarmu lagi? Tanpa kau;
satu-satunya alasan dari segala.

No comments:
Post a Comment