Waktu
akan terus berjalan dan jalan hidup kita tidak akan lagi berkelindan. Ke mana
pun aku menuju, pertemuan denganmu tidak pernah terjadi dan aku terluntang-lantung.
Harus sejauh apa lagi aku pergi agar dapat bertemu denganmu? Kali ini saja, aku
akan mencoba berlari dan tidak hanya melihat sebidang punggung.
Ada hari ketika memori menyerbu
dan aku taktahu harus mengubur, memeluk, atau membuangnya jauh-jauh. Kau adalah
hal terbaik yang terjadi di dalam hidupku, mengapa harus kulupakan sumber
kebahagiaanku? Walaupun takdir memisahkan, kali ini saja, aku ingin berjuang
dalam diam, menggapai yang tersisa pada malam-malam tatkala dunia diam.
Tidak ada yang lebih kuinginkan
daripada dirimu. Tidak
ada yang bisa membuatku memperjuangkan segalanya demi satu hari saja menghabiskan
waktu bersamamu. Aku ingin kautahu bahwa kali ini saja, aku membiarkanmu memilih
jalan yang berbeda. Kali lain, aku akan menjadi egois dalam mencintaimu.
Tanpa memedulikan apa kata orang,
kita tahu kita pernah ada. Sesaat saja, kita pernah nyata. Kenangan-kenangan
itu bukan khayalan belaka; semua melekat tanpa bisa dihapus begitu saja.
Seperti apa pun ingin memutus, siapa sangka benang takdir masih menghubungkan? Kali
ini saja aku akan membuat semuanya terlihat tidak pernah ada bagi mereka.
Sungguh, hanya di kehidupan ini aku
akan menerima kenyataan yang tak sesuai harapan. Betapa menyakitkan dua hati
yang saling mencintai, tetapi takbisa saling memiliki. Betapa ironis siapa yang
mencintai lebih dalam justru adalah yang harus meninggalkan. Betapa hancur
ditinggalkan oleh satu-satunya masa depan. Apakah akan ada kali lain, nasib
lain, kesempatan lain?
Kendati demikian, dibandingkan dengan semua hal, takbisa disangkal, aku lebih memilih kebahagiaanmu. Bahkan, daripada kembalimu, aku tetap lebih ingin senyum itu tidak memudar dari wajahmu. Tidak apa kita tak pernah lagi bertatap muka, kita tak pernah lagi bercengkerama, kita tak pernah lagi berbagi tawa, kita tak pernah lagi saling melempar canda. Kali ini saja, aku akan belajar melepaskan—kau yang tak pernah kugenggam.

No comments:
Post a Comment