mengapa kita tetap bertahan
di tengah carut-marut kehidupan
dan jarak yang memisahkan?
Kita hanya saling melirik
penuh arti; mutlak memahami.
Mungkin di dunia ini ada hal-hal
yang hanya bisa dilakukan oleh kita.
Bukan satu-dua yang menerka-nerka;
apakah mungkin ada sesuatu yang
mereka lewatkan hingga tidak paham
bagaimana kisah kasih kita berjalan?
Hanya kita yang bisa, hanya kita
yang memilikinya—ikatan itu.
Harus seperti apa usahaku untuk
menjelaskan hal tak kasatmata?
Masih juga orang-orang berpikir;
mungkin ada guna-guna ataukah
hal lain yang digunakan hingga
setelah segalanya, kita masih di sini.
Kali ini kau menggelengkan kepala.
Tidak ada yang seperti itu. Kau tertawa.
Memang di dunia ini ada hal-hal yang
hanya kita yang bisa melakukannya.
Bahkan, ketika mereka merasa sangsi;
apakah benar-benar ada cinta sejati
yang harapkan kebahagiaan satu
sama lain di atas apa pun?
Kita tidak sesaat pun ragu,
menjawab dengan teguh:
Tentu saja. Ketulusan itu;
hanya kita yang bisa.

No comments:
Post a Comment