Monday, 12 August 2024

Di Kehidupan yang Hanya Satu Kali

              Mengapa di kehidupan yang hanya satu kali ini, aku tak bisa berakhir denganmu? Sudah aku mengagumimu dari kejauhan. Sudah aku menyimpan perasaan ini rapat-rapat. Namun, seperti hujan yang tiba-tiba turun ketika langit sedang cerah, kau memasuki hidupku dengan warna-warni dan senyum yang membuat mentari merasa tersaingi. Kemarau yang tak kusukai telah tersapu bersih sejuk hadirmu.

Monday, 27 May 2024

Kaulah Pulangku

Kaulah pulangku; purnama benderang

Sebagaimana aku kembalimu; bintang cerlang

Ribuan hari sudah jarak kian jauh membentang

Namun, sungguh tak bisa dielak kita tak renggang


Saturday, 27 April 2024

Panggilan Tak Terjawab

Tidak dijawab. Lagi.

Ini sudah panggilan kedua. Berselang sepuluh menit dari panggilan pertama, yang juga tidak dijawab.

Kesabaran Dhesta yang setipis tisu dibelah tiga itu kini sudah habis.

Apa susahnya mengangkat telepon?

Cukup dua kali, tidak akan dia menelepon lagi.

Untuk apa kalau tidak pernah diangkat? Buang-buang waktu saja.

Jika bukan karena kehadiran bingkisan lebaran, dia tidak mau repot-repot menghubungi nomor ponsel yang tidak pernah ada dalam daftar kontaknya itu. Dhesta menghela napas, memejamkan mata. Perempuan itu benar-benar merepotkan.

Dasar batu. Dalam hati, Dhesta menggerutu. Selama perjalanan kisah kasihnya, demi apa pun, perempuan terbaru ini menguji kesabarannya. Sebenarnya, dia bisa pergi saat itu juga, tetapi kepalang sial karena tertarik sejak awal. Seolah-olah sudah lama, padahal belum seumur jagung mereka saling kenal.

Mungkin memang seharusnya dia pergi. Dhesta tidak akan menengok ke belakang lagi, tidak mau perasaannya makin dalam. Setelah ini, dia akan menghapus perempuan itu dari hidupnya. Tidak perlu menjelaskan apa pun, dia sudah bisa menyimpulkan: lebih baik menjauh daripada berjuang untuk kesia-siaan. Dia hanya akan fokus dengan masa depan.

                                                                                 

Sunday, 10 March 2024

Bagaimana Caranya Mengalihkanmu dari Segenap Pikiranku?

            Aku tidak tahu. Bodohnya. Betapa sial dan menyebalkan. Kalau saja aku memiliki lampu jin Aladdin, tentu aku tidak harus dibuat pusing oleh segala perkara tentangmu ini. Tiga permintaan dan segalanya akan berakhir—bahkan sejak permintaan pertama.

            Kau pernah bertanya, bisakah kau memiliki sebagian saja dari diriku? Oh, betapa kau tidak akan pernah bisa membayangkannya. Kau tidak tahu aku sudah ada di sana, menyaksikanmu, mencermatimu, menyimpanmu di benakku. Kau telah mencuri perhatianku sejak hari pertama.


Thursday, 29 February 2024

Seperti Saat Hujan

Seperti saat hujan
aku melupakan payung
yang tertinggal di belakang
pintu kamar sebab terburu-buru

https://www.pixiv.net/en/artworks/108739621

THEME BY RUMAH ES