Sunday, 10 September 2023

Satu Jam yang Hilang

            Langit tidak lagi cerah biru, kini keruh dipenuhi kumpulan debu. Arakan awan ingin menari riang, tetapi terhalang, mata pun tak bisa memandang. Namun, bahkan di bawah langit yang seperti itu, aku masih tidak bisa menyingkirkanmu, di bentang mega masih kenangan tentangmu jelas terjaga. Kali terakhir aku menginjakkan kaki, langit masih biru meskipun aku taktahu apakah di sana kau masih ada.

https://www.pixiv.net/en/artworks/107580292

Saturday, 19 August 2023

Di Jarak Jauh

Di jarak jauh, aku hanya

ingin percaya bahwa kita

nyata dan benar adanya,

bahwa kita tidak niskala


Di jarak jauh, aku sungguh

ingin percaya pada yang

tidak terlihat sepasang

mata, pada sebuah teguh


Tuesday, 4 July 2023

Adakah yang Masih Bisa Kata-Kata Lakukan?

            Harusnya kita tidak pernah berkenalan. Apakah menurutmu juga begitu? Apakah harusnya waktu itu kita sama-sama keras kepala? Aku tetap tertutup dan kau memilih pergi menjauh. Apakah ketika itu kita sudah tahu bahwa jika berkenalan, akan berakhir dengan tumbuhnya rasa sayang? Bukankah orang-orang bilang “tak kenal, maka tak sayang”?

            Apa yang kupikirkan tatkala itu hanyalah bahwa aku telah sadar kaulah kata-kata yang tak terucap. Segalanya menjadi jelas dan aku tidak ingin kehilangan satu-satunya kesempatan. Kautahu? Aku sempat mengira jika semuanya tidak mungkin terjadi. Kau terlalu indah untuk dijadikan kenyataan. Aku telah membiarkanmu menjadi angan-angan.

Tuesday, 13 June 2023

Jejak Bintang

Aku selalu berharap bisa

memotret jejak bintang,

mengabadikannya dalam

genggaman pandang


Aku kerap merasa pulang

tiap kali melihat langit malam

membentang dan memamerkan

kelap-kelip ragam warna bintang


https://www.pixiv.net/en/artworks/81587840

Wednesday, 7 June 2023

Sayangnya, Aku Menyayanginya

            Aku hampir menyerah, tetapi sungguh tidak ingin kalah. Aku masih ingin bersusah payah dalam mengartikan segala polah. Dia yang sulit kupahami membuatku paham bahwa aku tidak bisa berhenti di sini, tidak sampai aku memiliki jiwa yang lebih besar untuk meraihnya yang nun jauh di sana. 

            Tidak bisa kuterima begitu saja kenyataan bahwa aku harus kehilangannya. Perihal kehilangan, aku telah berkali-kali merasakan. Dengan dirinya aku belum sempat mengenal lebih jauh dan semua tiba-tiba runtuh. Aku masih belum pulih, tetapi kembali harus tertatih-tatih. Luka yang masih menyisakan perih, sekonyong-konyong tertaburi garam yang membuatnya makin pedih.

THEME BY RUMAH ES