Langit tidak lagi cerah biru, kini keruh dipenuhi kumpulan debu. Arakan awan ingin menari riang, tetapi terhalang, mata pun tak bisa memandang. Namun, bahkan di bawah langit yang seperti itu, aku masih tidak bisa menyingkirkanmu, di bentang mega masih kenangan tentangmu jelas terjaga. Kali terakhir aku menginjakkan kaki, langit masih biru meskipun aku taktahu apakah di sana kau masih ada.
Sunday, 10 September 2023
Saturday, 19 August 2023
Di Jarak Jauh
Di jarak jauh, aku hanya
ingin percaya bahwa kita
nyata dan benar adanya,
bahwa kita tidak niskala
Di jarak jauh, aku sungguh
ingin percaya pada yang
tidak terlihat sepasang
mata, pada sebuah teguh
Tuesday, 4 July 2023
Adakah yang Masih Bisa Kata-Kata Lakukan?
Harusnya kita tidak pernah berkenalan. Apakah menurutmu juga begitu? Apakah harusnya waktu itu kita sama-sama keras kepala? Aku tetap tertutup dan kau memilih pergi menjauh. Apakah ketika itu kita sudah tahu bahwa jika berkenalan, akan berakhir dengan tumbuhnya rasa sayang? Bukankah orang-orang bilang “tak kenal, maka tak sayang”?
Apa yang kupikirkan tatkala itu hanyalah bahwa aku telah sadar kaulah kata-kata yang tak terucap. Segalanya menjadi jelas dan aku tidak ingin kehilangan satu-satunya kesempatan. Kautahu? Aku sempat mengira jika semuanya tidak mungkin terjadi. Kau terlalu indah untuk dijadikan kenyataan. Aku telah membiarkanmu menjadi angan-angan.
Tuesday, 13 June 2023
Jejak Bintang
Aku selalu berharap bisa
memotret jejak bintang,
mengabadikannya dalam
genggaman pandang
Aku kerap merasa pulang
tiap kali melihat langit malam
membentang dan memamerkan
kelap-kelip ragam warna bintang
Wednesday, 7 June 2023
Sayangnya, Aku Menyayanginya
Aku hampir menyerah, tetapi sungguh tidak ingin kalah. Aku masih ingin bersusah payah dalam mengartikan segala polah. Dia yang sulit kupahami membuatku paham bahwa aku tidak bisa berhenti di sini, tidak sampai aku memiliki jiwa yang lebih besar untuk meraihnya yang nun jauh di sana.
Tidak bisa kuterima begitu saja kenyataan bahwa aku harus kehilangannya. Perihal kehilangan, aku telah berkali-kali merasakan. Dengan dirinya aku belum sempat mengenal lebih jauh dan semua tiba-tiba runtuh. Aku masih belum pulih, tetapi kembali harus tertatih-tatih. Luka yang masih menyisakan perih, sekonyong-konyong tertaburi garam yang membuatnya makin pedih.



