Aku selalu berharap bisa
memotret jejak bintang,
mengabadikannya dalam
genggaman pandang
Aku kerap merasa pulang
tiap kali melihat langit malam
membentang dan memamerkan
kelap-kelip ragam warna bintang
Aku selalu berharap bisa
memotret jejak bintang,
mengabadikannya dalam
genggaman pandang
Aku kerap merasa pulang
tiap kali melihat langit malam
membentang dan memamerkan
kelap-kelip ragam warna bintang
Aku hampir menyerah, tetapi sungguh tidak ingin kalah. Aku masih ingin bersusah payah dalam mengartikan segala polah. Dia yang sulit kupahami membuatku paham bahwa aku tidak bisa berhenti di sini, tidak sampai aku memiliki jiwa yang lebih besar untuk meraihnya yang nun jauh di sana.
Tidak bisa kuterima begitu saja kenyataan bahwa aku harus kehilangannya. Perihal kehilangan, aku telah berkali-kali merasakan. Dengan dirinya aku belum sempat mengenal lebih jauh dan semua tiba-tiba runtuh. Aku masih belum pulih, tetapi kembali harus tertatih-tatih. Luka yang masih menyisakan perih, sekonyong-konyong tertaburi garam yang membuatnya makin pedih.
Ada sebaris harapan
Di antara penerbangan
Rindu yang melintasi
Cakrawala pagi hari
Ada sebuah
kesempatan
Di antara
penerbangan
Jendela yang
melingkar
Arakan awan
berputar
Di kota tempat kita kali pertama berjumpa, aku ingin menyampaikan sekali lagi saja. Banyak yang terjadi selama ini, terlalu banyak jika harus kubuat senarainya. Lagi pula, seperti apa pun aku berusaha menuangkanmu ke dalam kata-kata, tak pernah aku berhasil menggambarkan semua tentangmu, juga tentang kita, yang melampaui segala kata. Kita sama-sama tahu bahwa yang tak terucapkan adalah yang justru tersampaikan. Ingatkah kau manakala sepasang netra kita saling bertaut, sementara senyum menyambut dan detak jantung bersahut?
Pada suatu hari yang bahkan tak kuingat bagaimana warna langit kala itu,
aku melihatmu. Namun, dunia yang serbacepat ini mengalihkanku, dengan waktu
harus berpacu. Aku melewatkanmu. Hanya sejenak dan aku cukup tahu; sebuah
memori untuk dikenang nanti.
Hidup segan, tetapi mati setengah enggan. Terlalu
berantakan, bukan lagi seperti kapal pecah, melainkan sampah luar angkasa yang
tiada seorang pun bisa membersihkan. Beterbangan tanpa tujuan, bertemu atom
hidrogen akan menjadi keberuntungan.