Kau membuatku merasa seolah-olah
akulah yang kautuju, sementara aku membuatmu merasa seakan-akan kau bukan orang
yang kutuju. Kerap kali kita dengan sengaja menunjukkan rindu, tetapi ada saja
yang membuatnya tak tersampaikan. Entah berapa kali pula kita berusaha
merahasiakan rasa, tetapi lupa bahwa sepasang netra tak pernah luput mencitra
dan bercerita. Tiada tepermanai kata-kata yang tak terucap di antara kita;
beterbangan terbawa embus bayu yang menarikan gorden jendela juga helai rambut
yang tertata.
Sunday, 13 September 2020
Tiada Tepermanai
Wednesday, 12 August 2020
Selusin Detak Jantung
Dua belas dalam satu
Sepanjang yang kutahu
Selama bergulir masa
Hidupkan asmaraloka
Pada putaran purnama
Jumantara berisi nama
Doa yang bain menjelma
Dalam daksa yang aksa
Saturday, 4 July 2020
Belahan Atma
Mereka-reka aku dahulu kala, ketika
ragu mulai merayapi seutuh tubuh, membuat keyakinanku sedikitnya rapuh. Adalah
percaya yang masih tersisa, tetapi apa yang sebenarnya menahanku untuk tetap di
tempat yang sama? Segalanya telah berakhir, bukan? Kita—yang telah menjadi aku
dan kau—tak lagi memiliki apa-apa bagi berdua. Terpisah sudah, terentang,
terakhir aku melihat semburat senyummu entah kapan.
Pernah kaubilang, aku tetap tinggal
di hatimu meskipun semuanya telah berubah. Pernah kau jua ucapkan, seperti apa
pun nanti, kau yakin tetaplah cintaku untukmu. Manakala sewindu telah berlalu,
tentu bertanya-tanyalah aku. Mengapa bisa—dulu—kita sebegitu yakin? Mengapa
kita—dua sosok asing—begitu percaya satu sama lain? Bahkan, saat kita belum
tahu apa-apa, belum tahu apa yang menjelang, mengapa kita tak pernah takut?
Apakah karena semenjak mula, di antara kita tak ada kata garib, tetapi karib?
Wednesday, 27 May 2020
Setakat Terikat
Adalah engkau, sekerap kali
Layaknya angin yang lewatkan
Jejak, setapak, tanpa tertangkap
Sampaikan pesan sejauh nurani
Tuesday, 21 April 2020
Honey Star
Tanganku mendadak berhenti. Bola di tangan terlepas begitu saja, memantul dengan suara yang menggema di kepala. Fokusku pecah. Konsentrasiku berantakan. Sial. Aku langsung berjalan gontai ke sisi lapangan. Segera kuteguk air mineral dari botol yang kusimpan di dalam ransel. Sebagian airnya kugunakan untuk mengguyur wajah.
THEME BY RUMAH ES




