Kita mengira bahwa segalanya telah selesai, bahwa cerita
kita telah usai. Akan tetapi, rupanya kita salah telak. Meskipun almanak telah
menggulung waktu hingga aku dan dirimu terpisah dimensi semu, ternyata masih
ada ruang partikel yang menghubungkan kita. Walau telah kuputuskan semua benang
yang membuat kita terikat, ternyata ada benang baru yang menjerat.
Waktu terus melaju,
bersama segala kisah denganmu. Tak ada
lagi kita dalam detak yang sama, juga dalam hela napas yang terbawa udara. Hanya ada sebuah rasa yang tertinggal jauh di
relung jiwa, menemani hari yang mulai terasa hampa. Aku tak peduli jika harus menghabiskan masa
sendiri, asalkan dunia tak sunyi sebab hati ini telah mati.