Hujan turun lagi, bersama rintiknya yang semakin jelas
menuruni langit. Aku masih di sini,
mencari jejak-jejak kenangan di antara genangan air hujan. Aku menyapamu lewat angin agar ia berbelok ke
arahmu. Aku menangkap rintiknya agar
dapat selalu kurasa kehadiranmu. Rintik
yang semakin deras semakin menghunjam jantungku, menyelusupkan
kenangan-kenangan kita kala itu.
Friday, 25 March 2016
Tuesday, 16 February 2016
Ledakan Cinta
Aku hanyalah sosok biasa
Namun bersamamu kurasa segalanya
Kau memberi
pelita di tengah kegelapan
Dengan cahaya yang penuh warna
Terkadang kau membuatku
terpana
Hanya dengan senyummu yang buat pipi ini merona
Selalu saja kaubuat jantungku bertalu-talu
Hingga terus mengalunkan lagu merdu
Sunday, 24 January 2016
Satu Hati
Vanda merapatkan jaketnya ketika
keluar dari restoran. Ponselnya berdering, nama kekasihnya muncul di sana.
Vanda menyentuh gambar berwarna merah, ia malas mendengar ocehan kekasihnya itu
karena tidak ingin diajak makan malam kali ini. Jujur saja, Vanda bosan,
kekasihnya begitu posesif. Vanda belum
ingin pulang, ia justru melangkah menuju taman. Ia malas pulang cepat karena
bisa saja kekasihnya itu sedang menunggunya di rumah untuk meminta penjelasan.
Mobil
itu diparkir di dekat taman setelah digunakan pemiliknya untuk mengantarkan
sang putri pulang ke rumahnya. Pemilik mobil itu tidak segera pulang, ia ingin
menikmati malam sendirian, setelah menghabiskan waktu bersama kekasihnya seharian.
Ia turun dari mobil lalu berjalan di sekitar taman yang ramai.
Dua
pasang mata itu bertemu, tepat di bawah purnama yang benderang. Mereka berhenti
melangkah, seolah pertemuan itu adalah hal paling aneh yang pernah mereka alami
dalam hidup. Dua pasang mata itu masih terus saling menatap meski tak ada kata
yang terucap. Bintang-bintang di angkasa menjadi saksi bisu di antara mereka.
Saturday, 5 December 2015
Sederhana
Aku mencintaimu, selalu mencintaimu. Orang bilang cinta itu buta, ya,
mungkin benar. Aku tetap mencintaimu meski kau tak mencintaiku, mungkin karena
aku tak bisa melihat kenyataan itu. Ada yang bilang cinta juga tuli, ya, mereka
tak salah. Aku tetap di sini meski kau telah memintaku untuk tak lagi di sini,
mungkin karena aku tak bisa mendengarkan perintahmu.
Sunday, 18 October 2015
Hujan dan Mentari
Langkah ini masih memaku diriku
Tak membiarkan untuk maju
Berdiri menata hati
Mencari arti perasaan ini
Kau di sana
Menungguku untuk berjalan
Menatapku penuh harapan
Membiarkanku berjalan sendirian
Dia di sana
Pada jalan yang berbeda
Menantiku untuk pulang
Setelah lama menghilang
Kau datang di saat tidak tepat
Kau seperti mentari yang membuatku hangat
Namun aku sudah terlalu nyaman dengan hujan
Bagaimana aku berpindah haluan?
Kuakui, kau telah memiliki ruang di hatiku
Meski di ruang hati yang lain, ada dia selalu
Bagaimana caranya aku memilih?
Sedang kalian membentuk pelangi
THEME BY RUMAH ES




