Saturday, 20 September 2014

Kau ...

Kau ....
Banyak kata yang hanya mampu berjalan sampai ke tenggorokan
Entah harus dengan cara apa semua tersampaikan
Rindu dan kasih ini hanya mampu terpendam
Hingga waktu yang entah kapan
Kau ...
Di mana pun jiwa ini berpijak, selalu menatap harap
Harapan dan mimpi yang membuat selalu bertahan
Saat semuanya tak seperti yang diharapkan
Biar saja kenyataan menelan semua keinginan


Kau ...
Kata-kata hanya mampu kutulis sendirian
Bersama angin, huruf-huruf mencoba untuk terbang
Meskipun tak pernah sampai pada tujuan
Setidaknya sudah mencoba untuk menggapai angan
Kau ...
Jika cinta itu buta, mari temukan jalan bersama
Jika cinta ini salah, biarkan jadi kesalahan terindah
Jika cinta ini masalah, mari temukan solusinya
Jika cinta itu kita, biarkan semuanya berakhir indah

Tuesday, 12 August 2014

Kado Terindah

Hai, Pencuri Hati
Bagaimana kabarmu di sana? Ya, di sana, entah di mana
Aku tak tahu kau di mana, pun tak tahu kau sedang apa
Di sini aku menatap purnama, purnama yang dulu kita lihat bersama
Tapi, kini aku hanya sendiri dan aku hanya bisa berharap
Semoga kau melihatnya di saat yang sama denganku
Dan saat kautemukan mataku melalui purnama itu
Tataplah aku lebih lama dari biasanya dengan tatapan yang biasanya
Penuh cinta, kasih, dan ketenangan
Biarkan aku bersemayam di dalam matamu
Setelah itu, tunjuklah satu bintang di angkasa
Semoga kita menunjuk bintang yang sama
Dan saat kautemukan jemariku melalui bintang itu
Genggamlah tanganku, jangan lepaskan
Karena aku pun tak akan melepaskanmu
Meski hanya malam ini kita bertemu


Aku ingin mengajakmu pergi bersamaku
Mari kita pergi dari sekelumit duka
Kisah kita memang begitu sulit, rumit, begitu berbelit-belit
Membuat perasaan ini terlilit dan hati ini terjepit, sakit


Akan kubawa kau ke dalam mimpiku, aku punya sesuatu untukmu
Kado terindah dariku untukmu
Di dalamnya ada sebongkah cinta
Secangkir kasih, serta rindu yang membeku
Segenggam harap, juga segenap damba
Sebatang hormat, tanpa lupa setangkup kejut, dan masih banyak lagi

Saturday, 26 July 2014

Bukan Aku

Kamu adalah sosok yang istimewa
Kamu adalah sosok yang berharga
Kamu adalah sosok yang patut didamba
Hingga aku pun mendambamu
Mengagumimu, menyukaimu
Menyayangimu, mencintaimu
Bagaimana tidak?
Kamu sosok yang setia
Mencintai dengan sejuta cara
Mengalah meski tak mau
Meminta maaf meski tak salah

Kamu menangis ketika disakiti
Bukankah itu benar-benar cinta?

Kamu rela berkorban, pun begitu sabar
Siapa yang tak ingin dicintai olehmu?
Kamu dewasa dengan cara pandangmu
Kamu muda dengan cara bercandamu
Kamu mampu membuat tertawa
Kamu mampu membuat tersenyum
Kamu membawa sebongkah bahagia
Kamu membawa seteguk kelembutan
Kamu memberikan hatimu
Kamu menyerahkan kasihmu
Tapi, mengapa bukan aku yang mendapatkannya?


Friday, 25 July 2014

Saat Kamu

Saat bukan kamu yang menyapaku, kubiarkan saja sapa itu berlalu
Saat bukan kamu yang mencintaiku, kubiarkan saja rasa itu berlalu
Saat bukan kamu yang mencariku, kubiarkan saja jejak itu berlalu
Saat bukan kamu yang mendambaku, kubiarkan saja asa itu berlalu
Saat bukan kamu yang meninggalkanku, kubiarkan saja jarak itu berlalu
Saat bukan kamu yang menatapku, kubiarkan saja mata itu berlalu
Saat bukan kamu yang menyakitiku, begitu enggan aku membiarkannya
Saat bukan kamu yang membohongiku, begitu enggan aku memercayainya
Saat bukan kamu yang meminta hatiku, begitu enggan aku memberikannya

Saat bukan kamu yang harus kucintai, rasanya tak ingin lagi mencintai
Saat bukan kamu yang harus kulupakan, rasanya mudah menghapus kenangan


Akan tetapi ...
Saat kamu yang menyapaku, jantungku berlagu seirama sapamu
Saat kamu yang mencintaiku, rasa ini senada dengan rasamu
Saat kamu yang mencariku, jejakmu menuju kepadaku

Monday, 7 July 2014

Dua Cinta

Di bawah hangatnya mentari
Kaudatang membawa setumpuk asa
Membuatku menemukan cakrawala
Menatap panorama dengan bahagia
Kau, kau bukan rekayasa
Seperti hujan yang deras
Kau menyapa kekeringan hati ini
Layak angin yang berembus pelan
Kau mengalunkan lagu bagi detak jantungku

Adakah yang lebih indah dari itu?
Kau terlalu indah untuk hanya dikagumi
Kau pantas untuk dicintai
Aku mencintaimu, selalu mencintaimu

Meski hingga kini semua terasa keliru
Karena seharusnya ada dua cinta di antara kita



Cintaku padamu dan cintamu padaku
Bukan cintaku padamu saja
THEME BY RUMAH ES