Atas nama hujan, aku sungguh-sungguh
mensyukuri segala yang pernah ada di antara kita. Entah apakah sebenarnya yang
membawa kita sampai ke sini, yang mempertemukan kita dahulu kala, yang membuat
kita merasa memiliki mayapada yang hanya dimengerti tiap-tiap kita.
Sunday, 12 April 2020
Saturday, 21 March 2020
Sesebentar Sementara
Perihal pertanda, semesta tiada tua
Disebarkannya ke seluruh dunia
Diselipkannya ke sudut sibuk kota
Diterbangkannya ke jauh cakrawala
Saturday, 29 February 2020
Dibahagiakan Takdir
Tak ada yang membuat lebih cemas daripada ketidakpastian. Padahal, satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian. Namun, tetap saja, ketidaktahuan tentang sesuatu yang akan terjadi sering kali membuat risau sendiri. Tentangmu, juga begitu. Terlebih, memang tentang kita.
Pernah kukatakan jika suatu kala dirimu kembali hadir di hidupku, akan kucintai kau lebih dari sebelumnya dan akan kuperjuangkan kau berkali-kali lipat dari yang selama ini telah kulakukan. Sayangnya, aku tak memiliki banyak waktu. Serupa angin, kubilang tentangmu, memang benarlah begitu. Manasuka kaupergi dan aku akan kehilangan lagi.
Friday, 24 January 2020
Thursday, 12 December 2019
Semenjak Kau Tak Ada
Langit begitu gelap, seakan-akan
takingin membirukan hatiku yang berselimut kelabu kabut. Seolah-olah dengan
begitu, aku tak lagi menatapnya, mengarahkan pandang entah ke mana, menembus
cakrawala, dengan benak yang mengembara pada masa lalu, kala semuanya masih
ada. Kini, semua tinggal kilas memori semenjak kau tak ada.
Derau terdengar sedikit menggetarkan
sanubari. Rintik hujan dan embusan angin sekelebat tampak bertelingkah
meningkahiku yang terus melangkah. Takpeduli basah, biarlah sudah, layak
biasanya aku tidak berteduh untuk mengeringkan apa-apa yang basah, termasuk
luka jua berbagai kata pernah. Tanpa lelah tanganku menadah, menangkup
membentuk wadah, untuk segala pesan dari sepenggal pisah. Kukatup rapat bibir
agar tidak melontarkan kesah semenjak kau tak ada.
THEME BY RUMAH ES




