Saturday, 12 August 2017

Menjadi Hujan

Aku ingin menjadi hujan
Yang kautunggu mati-matian
Di tengah panas dan kekeringan
Yang karenanya kautadahkan tangan
Untuk menjemput sejumput kesejukan

Sunday, 6 August 2017

Denyut Langit

            Jauh di angkasa luar, aku memperhatikanmu. Kau yang tinggal di Bumi itu sungguh lucu. Kau berharap pergi menembus atmosfer, melintasi ruang antarbintang. Setiap malam, kautatap bintang-bintang, menunjuk dan meraihnya, menggenggamnya seolah mereka benar-benar kaugenggam.
            Tahukah kau, cahaya bintang yang kaulihat itu bukanlah cahaya saat itu, melainkan cahaya masa lalu. Kau tidak pernah tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan mereka untuk bisa menatap wajahmu, menyinari tempatmu berdiam setiap waktu.

Wednesday, 2 August 2017

Sepakat

Di batas cakrawala
Kenangan menjelma
Melukis pendar jingga
Menggurat tipis lembayung senja

Tuesday, 4 July 2017

Sepasang Partikel Maya

            Saat ini, kita tak lagi dipisahkan oleh jarak, melainkan ruang. Akan tetapi, aku masih bersyukur. Aku sungguh mensyukuri bahwa kita dilahirkan dan tumbuh di planet yang sama. Andai saja aku dan kau berasal dari Venus dan Mars seperti yang orang bilang, kita tak akan pernah bersama. Tubuh kita takkan mampu beradaptasi dengan Bumi, sulit menyesuaikan organ tubuh dengan gravitasi. Sungguh, kita tak akan mampu setiap hari dengan bebas berlari. Bukankah Tuhan berkali-kali mengatakan bahwa nikmat Tuhan yang manakah yang kita dustakan?
            Sungguh, itu benar adanya. Takkan lagi aku terlalu banyak mengeluh tentang ruang yang memisahkan kita hingga hati ini rasanya runtuh. Aku telah menyadari bahwa bisa melihat dan bertemu denganmu di planet ini adalah anugerah yang indah. Aku tak harus melewati berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun cahaya untuk bisa menemuimu. Aku tak harus melewati ruang hampa demi sesuatu yang kupercaya. Kau nyata, senyata rasa yang selama ini kupunya. Kau ada tepat di titik kecil yang sama denganku dari jagat raya.

Friday, 30 June 2017

Menua Bersama

Kala hari itu tiba
Telah sampai batas usia
Saatnya meregang nyawa
Bisakah aku yang kedua?

Pergilah kau jadi yang pertama
Sebab engkaulah istimewa
Saat nyawa meninggalkan raga
Di hatiku kau tetap ada

THEME BY RUMAH ES