Tuesday, 4 July 2017

Sepasang Partikel Maya

            Saat ini, kita tak lagi dipisahkan oleh jarak, melainkan ruang. Akan tetapi, aku masih bersyukur. Aku sungguh mensyukuri bahwa kita dilahirkan dan tumbuh di planet yang sama. Andai saja aku dan kau berasal dari Venus dan Mars seperti yang orang bilang, kita tak akan pernah bersama. Tubuh kita takkan mampu beradaptasi dengan Bumi, sulit menyesuaikan organ tubuh dengan gravitasi. Sungguh, kita tak akan mampu setiap hari dengan bebas berlari. Bukankah Tuhan berkali-kali mengatakan bahwa nikmat Tuhan yang manakah yang kita dustakan?
            Sungguh, itu benar adanya. Takkan lagi aku terlalu banyak mengeluh tentang ruang yang memisahkan kita hingga hati ini rasanya runtuh. Aku telah menyadari bahwa bisa melihat dan bertemu denganmu di planet ini adalah anugerah yang indah. Aku tak harus melewati berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun cahaya untuk bisa menemuimu. Aku tak harus melewati ruang hampa demi sesuatu yang kupercaya. Kau nyata, senyata rasa yang selama ini kupunya. Kau ada tepat di titik kecil yang sama denganku dari jagat raya.

Friday, 30 June 2017

Menua Bersama

Kala hari itu tiba
Telah sampai batas usia
Saatnya meregang nyawa
Bisakah aku yang kedua?

Pergilah kau jadi yang pertama
Sebab engkaulah istimewa
Saat nyawa meninggalkan raga
Di hatiku kau tetap ada

Thursday, 25 May 2017

Terhubung Semesta

            Kita mengira bahwa segalanya telah selesai, bahwa cerita kita telah usai. Akan tetapi, rupanya kita salah telak. Meskipun almanak telah menggulung waktu hingga aku dan dirimu terpisah dimensi semu, ternyata masih ada ruang partikel yang menghubungkan kita. Walau telah kuputuskan semua benang yang membuat kita terikat, ternyata ada benang baru yang menjerat.
          

Tuesday, 21 March 2017

Kau Sang Puisi

Kau adalah sang puisi
Tanpa kenal hari
Kau abadi
Hingga tak lagi ada hari puisi

Kala kau berpindah dimensi
Tidaklah kaupergi
Kau mewujud puisi
Tak henti menemani


Berapa jua puisi yang dibuat
Tak pernah sebanding dirimu 
Sebab sejatinya 
Kaulah puisi itu

Wednesday, 15 February 2017

Kita (Tak) Abadi

Kita abadi
Dengan rasa saling mengasihi
Diiringi desir darah dalam sunyi

Kita abadi
Dengan detak jantung yang bernyanyi
Diiringi rona merah pada pipi

THEME BY RUMAH ES