Saturday, 7 May 2016

Tiada Henti

Kau tak perlu datang dan pergi
Untuk membuatku kembali jatuh cinta
Setiap kali aku menatapmu, jantungku berdering
Melagukan alunan cinta yang kedua, ketiga, pun seterusnya

Kau pun tak perlu mengetuk pintu hati ini
Karena ia akan selalu terbuka tanpa kauminta
Karena ia takkan pernah tertutup meski harus menunggu lama
Karena ia selalu menanti kedatanganmu setiap hari

Tuesday, 12 April 2016

Kelabu Itu Dirimu

Aku melangkah perlahan
Menyeret kakiku yang enggan
Begitu pun dengan hatiku yang ingin bertahan
Susah payah otakku memaksa untuk tak mempedulikan

Aku berhasil, berdiri di sini
Menemukan warna lain
Dimana cerahnya menembus otakku
Membuatku ingin memunculkan rasa baru

Semakin aku mencoba, semakin luka itu menganga
Hatiku sesak, ia tak pernah ingin terbuka
Ia mengunci rapat dirinya 
Tak memberi celah walau hanya sesaat

Hatiku menolak, tak pernah menerima
Ia hanya setia pada satu warna
Tak peduli meski warna itu tak begitu jelas
Kelabu, bukan putih atau hitam


Warna-warni yang ada hanya mampu menembus otakku
Sedang kelabu dengan kecepatan cahaya begitu mudah menembus hatiku
Sebelum aku berkedip, warna itu telah mengunci sudut hatiku
Mendiami ruang tersendiri dan tak pernah mau beranjak lagi

Kaulah warna itu, kelabu yang menjadi misteri
Membuatku tak pernah mampu untuk melangkah pergi
Meski kau tak pernah sejelas warna lain yang kutemui
Namun hanya kaulah yang selalu membuatku kembali


Friday, 25 March 2016

Kristal Hujan

Hujan turun lagi, bersama rintiknya yang semakin jelas menuruni langit.  Aku masih di sini, mencari jejak-jejak kenangan di antara genangan air hujan.  Aku menyapamu lewat angin agar ia berbelok ke arahmu.  Aku menangkap rintiknya agar dapat selalu kurasa kehadiranmu.  Rintik yang semakin deras semakin menghunjam jantungku, menyelusupkan kenangan-kenangan kita kala itu.

Tuesday, 16 February 2016

Ledakan Cinta

Aku hanyalah sosok biasa
Namun bersamamu kurasa segalanya
Kau memberi pelita di tengah kegelapan
Dengan cahaya yang penuh warna


Terkadang kau membuatku terpana
Hanya dengan senyummu yang buat pipi ini merona
Selalu saja kaubuat jantungku bertalu-talu
Hingga terus mengalunkan lagu merdu

Sunday, 24 January 2016

Satu Hati

Vanda merapatkan jaketnya ketika keluar dari restoran. Ponselnya berdering, nama kekasihnya muncul di sana. Vanda menyentuh gambar berwarna merah, ia malas mendengar ocehan kekasihnya itu karena tidak ingin diajak makan malam kali ini. Jujur saja, Vanda bosan, kekasihnya begitu posesif.  Vanda belum ingin pulang, ia justru melangkah menuju taman. Ia malas pulang cepat karena bisa saja kekasihnya itu sedang menunggunya di rumah untuk meminta penjelasan.
Mobil itu diparkir di dekat taman setelah digunakan pemiliknya untuk mengantarkan sang putri pulang ke rumahnya. Pemilik mobil itu tidak segera pulang, ia ingin menikmati malam sendirian, setelah menghabiskan waktu bersama kekasihnya seharian. Ia turun dari mobil lalu berjalan di sekitar taman yang ramai.
Dua pasang mata itu bertemu, tepat di bawah purnama yang benderang. Mereka berhenti melangkah, seolah pertemuan itu adalah hal paling aneh yang pernah mereka alami dalam hidup. Dua pasang mata itu masih terus saling menatap meski tak ada kata yang terucap. Bintang-bintang di angkasa menjadi saksi bisu di antara mereka.
THEME BY RUMAH ES